Ujian Kesetaraan Paket A, B, dan C


Ujian Paket A, B, C (Gratis)


 

14/07/2011


Ujian anak-anak homeschooling kalau ingin mendapatkan ijazah adalah ujian kesetaraan atau populer disebut Ujian Paket. Ujian Paket A untuk mendapatkan ijazah setara SD, Paket B untuk setara sMP, dan Paket C untuk setara SMA.
Menurut aturan resmi, ujian paket itu gratis atau murah sekali. Tetapi, pada prakteknya ujian Paket ini bisa mahal sekali, ratusan ribu hingga jutaan. Sebabnya, ada oknum pejabat Diknas yang menjadikannya sebagai ajang pengumpul uang. Ditambah lagi, ada yg membisniskan ujian ini dengan me-mark up jasa pengurusan melebihi kewajaran.

Menurut pandangan pribadiku, jika ada lembaga yang memberikan jasa dan membantu proses pengurusan ujian, sebenarnya tak apa ada biaya karena mereka telah meluangkan waktu, butuh biaya transportasi, dsb. Tapi yang penting transparan dan wajar saja. Yang paling bermasalah itu adalah pejabat Diknas yang minta biaya ratusan ribu per peserta dan masuk ke kantong mereka sendiri.
Menyedihkan. Padahal ujian dan pengakuan negara adalah hak setiap warga negara. Negara harus melayani warga negaranya yang ingin maju. Para pegawai Diknas itu sudah digaji pemerintah untuk melayani warga negara. Tapi mereka masih tega untuk memeras rakyat yang ingin mendapatkan haknya.
Yang lebih menyedihkan lagi, ada yang menambahkan kerumitan dengan menyatakan bahwa ujian kesetaraan anak-anak homeschooling harus melalui dia dan kelompoknya. Padahal, ujian kesetaraan itu bisa diikuti di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di mana saja.
Makin tumpuk-menumpuk saja masalahnya.

***

Untunglah, ada angin segar dan kabar gembira dari Salatiga. Ada orangtua yang merintis PKBM dan membantu penyelenggaraan Ujian Paket secara gratis. Kita membutuhkan banyak rintisan semacam ini di kota-kota lainnya.
Mbak Lea Kesuma, seorang praktisi homeschooling di Salatiga, menuliskan tentang hal ini:
Untuk Ujian Paket A, silakan datang ke komunitas Bina Anak Bangsa di Kecandran, dengan membawa fotokopi akte kelahiran, data anak (nama, alamat dan nama ortu), pas foto 3×4 dan 4×6 @ 10 buah. Itu saja yang dibawa, nanti orangtua akan diberitahu tentang waktu pelaksanaan ujian Paket A tersebut.
Untuk Ujian Paket B dan C memang agak rumit, tapi tetap GRATIS!! Syaratnya sama, dengan ditambah fotokopi ijasah terakhir legalisir, fotokopi rapor atau portofolio hasil pembelajaran.
Kasus kemarin, karena ada teman dari Jogja anaknya tidak memiliki rapor ataupun portofolio, akhirnya Komunitas Bina Anak Bangsa yang membuatkan rapor berdasarkan kompetensi yang dimiliki anak tersebut. Ini juga bisa dilakukan, dan anak itu lulus, bahkan sekarang sudah diterima kuliah di UKSW Salatiga, dengan jalur PEMAMIK, semacam PMDK tanpa tes.
Untuk hal-hal tersebut sungguh kami dari Komunitas Anak Bangsa tidak memungut biaya sepeser pun. Tetapi ada syarat tambahan yakni orang tua ikut berperan aktif dalam pengurusan, bersedia ikut mengurus ke DIKNAS, saat ujian maupun saat pengambilan ijazah.
Jadi, apa yang sulit sebetulnya?
Catatan tambahan: jika umur anak belum memenuhi syarat, misalnya masih berumur 16 tahun, seperti kasus putri Bu Mahfud, adik Izza (Izza adalah penulis buku Dunia Tanpa Sekolah, memoar dirinya sebagai remaja yang memilih tidak bersekolah) ada tambahan persyaratan hasil tes IQ. Untuk adik Izza yang akan ikut ujian paket C kemarin, Diknas menambah persyaratan hasil tes IQ karena yang menentukan bisa tidaknya ujian paket diselenggarakan bagi seorang anak untuk paket C adalah Diknas Propinsi.

sumber :  http://rumahinspirasi.com/ujian-paket-a-b-c-gratis

1 komentar: