Selasa, 17 April 2012 - 10:04:47 WITA
Pendidikan Kecakapan Hidup Antar Muhammad Hasbi Raih Doktor
Diposting Oleh :: Muhammad Wildan
Kategori: Umum - Dibaca: 550 kali
Translated to: English Version

Makassar – Penelitian tentang Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) mengantar Kepala Balai Pengembangan Pedidikan Nonformal dan Informal (BPPNFI) Regional V Makassar, Muhammad Hasbi, meraih gelar doktor Bidang Ilmu Administrasi Publik Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM).
Dalam Rapat Senat Luar Biasa yang dipimpin Ketua Sidang Prof Dr Jasruddin Msi, di Gedung Pascasarjana UNM, Senin (16/4), Muhammad Hasbi, dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,8.
Di bawah bimbingan promotor Prof Dr Mappa Nasrun MA, Ko Promotor Prof Dr H Tawany Rahamma M, dan Dr Muhammad Akbar, Msi, Muhammad Hasbi berhasil mempertahankan disertasi berjudul Aktualisasi Sinergitas Komponen Governance Dalam Peningkatan Kecakapan Hidup di Kota Makassar. Penelitian dilakukan di Kota Makassar.
“Berdasarkan penilaian tim penguji maka mulai hari ini promovendus sudah berhak menggunakan gelar Dr. Muhammad Hasbi, S.Sos M.Pd,” kata Prof Dr Jasruddin M.Si, sebelum menutup sidang Senat Luar Biasa.
Dalam disertasinya, Hasbi mengatakan, potensi sinergitas kepelayanan PKH di Kota Makassar cukup besar dan beragam. Terutama terkait dengan penyediaan peluang usaha dan lapangan kerja, penyertaan SDM dalam pelaksanaan program, dan penyediaan saran dan prasarana untuk mendukung layanan PKH. Hanya saja, potensi penyediaan sumber pembiayaan dan jaringan kemitraan belum tergali maksimal.
Peran pemerintah, masyarakat dan sektor swasta pada tahap sosialisasi layanan, rekruitmen peserta didik, pemantauan dan evaluasi layanan PKH, menurut Hasbi, telah terbangu secara sinergis. Namun demikian, sinergitas peran antarkomponen governance pada tahap identifikasi kebutuhan layanan , rekruitmen instruktur dan mitra kerja , penyusunan kurikulum, pengadaan sarana dan prasarana, proses pembelajaran dan pendampingan layanan PKH belum terbentuk dalam suatu sinergitas yang konstruktif.
Model sinergitas komponen governance dalam pelayanan PKH idealnya terbangun dalam empat tahapan sinergitas, yakni tahapan identifikasi kebutuhan layanan, persiapan pelaksanaan layanan, tahapan pelaksanaan layanan, dan evaluasi hasil dan evaluasi dampak layanan.
Pemerintah Kota Makassar menurut Hasbi, perlu berinisiatif membangun sinergitas antar komponen governance yang melembaga agar potensi yang dimiliki masing-masing komponen dapat disinergikan secara optimal.
Selain itu, lembaga penyelenggara layanan PKH perlu memberi ruang yang lebih besar bagi komponen governance untuk bersinergi secara konstruktif dalam setiap tahap penyelenggaraan layanan.
Dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Makassar perlu melakukan uji coba terbatas terhadap model sinergitas komponen governance yang dihasilkan melalui penelitian ini sehinga terselenggara layanan PKH yang memiliki kemandirian, kredibilitas, jerjaring uang luas, dan daya saing yang tinggi.***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar