Kualitas Ijazah Sama Dengan Sekolah Umum
Senin, 15 Juni 2009 | 15:53 WIB
sumber : http://cetak.kompas.com
sumber : http://cetak.kompas.com
Yogyakarta, Kompas - Siswa yang tidak lulus ujian nasional di Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul diharapkan segera mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian Paket C, yang setara dengan ujian sekolah lanjutan tingkat atas. Ujian Paket C akan berlangsung 23-26 Juni mendatang.
Setiap kepala sekolah telah diminta untuk mengoordinasi pendaftaran ujian Paket C tersebut. "Ujian ini tidak dipungut biaya apa pun. Kalau bersedih, ya boleh, tetapi jangan lama-lama karena waktu pendaftaraan Paket C sangat sempit, yakni tanggal 13 sampai 16 Juni nanti," ujar Kepala Dinas Pendidikan Sleman Suyamsih, Sabtu (13/6).
Ujian Paket C akan digelar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang terdapat di tiap kecamatan, baik di Sleman maupun Gunung Kidul. Ujian ini dinilai sebagai solusi terbaik bagi siswa SLTA yang tidak lulus, daripada mengulang setahun lagi di bangku sekolah.Suyamsih menambahkan siswa tidak perlu khawatir mengenai kualitas ujian Paket C karena ijazahnya akan diperlakukan sama seperti ijazah sekolah menengah atas (SMA)/sekolah menengah kejuruan (SMK). "Ijazah Paket C bisa dipakai untuk melamar kerja maupun melanjutkan kuliah," ucapnya. Lebih baik
Tingkat kelulusan tahun ini di Sleman mencapai 95,86 persen, atau jauh di atas target yang ditetapkan Dinas Pendidikan, yakni 91 persen. Dari total 8.681 siswa SMA, SMK, dan MA di Sleman yang mengikuti ujian, hanya 368 orang yang dinyatakan tidak lulus atau 4,14 persen. Jumlah ini lebih baik dari tahun lalu, di mana siswa tidak lulus sebanyak 10,8 persen.Sementara itu, angka kelulusan di Kabupaten Gunung Kidul 93 persen. Sebanyak 355 siswa dari total 5.882 siswa SLTA di Gunung Kidul dinyatakan tidak lulus. Angka ketidaklulusan tertinggi di Gunung Kidul didominasi oleh siswa SMA Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, sebanyak 190 orang.
Data kelulusan di Gunung Kidul menunjukkan hanya tiga sekolah dari total 26 SLTA di Gunung Kidul yang berhasil mencetak angka kelulusan 100 persen. Bahkan, beberapa sekolah sama sekali tidak meluluskan siswanya. Di SMK Kelautan Tanjungsari, 49 dari 61 siswa yang mengikuti UN dinyatakan tidak lulus. Padahal, sebagian dari siswa yang tidak lulus ini telah diterima bekerja sebagai anak buah kapal di Jepang.
Peningkatan kelulusan paling pesat terjadi pada jenjang SMK di Sleman, yang pada 2008 lalu hanya 85,11 persen, menjadi 97,17 persen pada tahun ini. Kelulusan pada tingkat SMA mencapai 97,18 persen, atau meningkat dari 2008, yang mencatatkan kelulusan 94,33 persen. (WKM/ENG)
Ujian Paket C akan digelar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang terdapat di tiap kecamatan, baik di Sleman maupun Gunung Kidul. Ujian ini dinilai sebagai solusi terbaik bagi siswa SLTA yang tidak lulus, daripada mengulang setahun lagi di bangku sekolah.Suyamsih menambahkan siswa tidak perlu khawatir mengenai kualitas ujian Paket C karena ijazahnya akan diperlakukan sama seperti ijazah sekolah menengah atas (SMA)/sekolah menengah kejuruan (SMK). "Ijazah Paket C bisa dipakai untuk melamar kerja maupun melanjutkan kuliah," ucapnya. Lebih baik
Tingkat kelulusan tahun ini di Sleman mencapai 95,86 persen, atau jauh di atas target yang ditetapkan Dinas Pendidikan, yakni 91 persen. Dari total 8.681 siswa SMA, SMK, dan MA di Sleman yang mengikuti ujian, hanya 368 orang yang dinyatakan tidak lulus atau 4,14 persen. Jumlah ini lebih baik dari tahun lalu, di mana siswa tidak lulus sebanyak 10,8 persen.Sementara itu, angka kelulusan di Kabupaten Gunung Kidul 93 persen. Sebanyak 355 siswa dari total 5.882 siswa SLTA di Gunung Kidul dinyatakan tidak lulus. Angka ketidaklulusan tertinggi di Gunung Kidul didominasi oleh siswa SMA Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, sebanyak 190 orang.
Data kelulusan di Gunung Kidul menunjukkan hanya tiga sekolah dari total 26 SLTA di Gunung Kidul yang berhasil mencetak angka kelulusan 100 persen. Bahkan, beberapa sekolah sama sekali tidak meluluskan siswanya. Di SMK Kelautan Tanjungsari, 49 dari 61 siswa yang mengikuti UN dinyatakan tidak lulus. Padahal, sebagian dari siswa yang tidak lulus ini telah diterima bekerja sebagai anak buah kapal di Jepang.
Peningkatan kelulusan paling pesat terjadi pada jenjang SMK di Sleman, yang pada 2008 lalu hanya 85,11 persen, menjadi 97,17 persen pada tahun ini. Kelulusan pada tingkat SMA mencapai 97,18 persen, atau meningkat dari 2008, yang mencatatkan kelulusan 94,33 persen. (WKM/ENG)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar